Apr, 09 2026|Agung Prakoso Wibowo
Mendapatkan alokasi IP public dan Autonomous System Number (ASN) mandiri dari IDNIC adalah tonggak pencapaian penting bagi sebuah jaringan. Dengan memiliki resource sendiri, fleksibilitas untuk melakukan multihoming dan mengelola trafik lalu lintas internet secara independen kini berada di tangan Anda.
Namun, ada satu langkah krusial yang sering kali terlewatkan oleh para network engineer setelah mereka selesai melakukan konfigurasi BGP di router. Banyak yang beranggapan bahwa setelah prefix di-announce, internet secara otomatis akan menerima dan merutekan trafik tersebut.
Faktanya, ekosistem routing global saat ini sudah jauh lebih ketat. Jika Anda langsung mengumumkan rute tanpa melakukan pendaftaran administratif terlebih dahulu, besar kemungkinan rute Anda akan di-drop atau ditolak oleh provider skala besar (Tier-1 atau Tier-2). Mengapa demikian? Jawabannya ada pada dua lapis validasi: IRR dan ROA.
Internet Routing Registry (IRR) adalah sebuah basis data publik yang tersebar di seluruh dunia. Fungsi utamanya adalah untuk mencatat dan mendokumentasikan kebijakan routing dari berbagai jaringan internet. Di dalam IRR inilah kita mengenal istilah Route Object.
Route Object ibarat sebuah plang papan nama resmi. Ketika Anda membuat Route Object di IRR, Anda sedang mengumumkan kepada seluruh dunia secara administratif bahwa "Blok IP sekian adalah milik ASN sekian".
Banyak penyedia layanan internet besar menggunakan data dari IRR ini untuk membangun prefix-list filter di router mereka secara otomatis. Jika Anda mengumumkan sebuah blok IP lewat BGP tetapi tidak ada Route Object-nya di IRR, upstream akan menganggap pengumuman tersebut tidak sah dan memblokir trafiknya. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya kebocoran rute (route leak).
Jika IRR adalah papan nama administratif, maka ROA (Route Origin Authorization) adalah sertifikat digital berteknologi kriptografi. ROA merupakan bagian dari infrastruktur keamanan masa kini yang dikenal dengan nama RPKI (Resource Public Key Infrastructure).
Meskipun IRR sangat berguna, sistem ini memiliki kelemahan karena usianya yang sudah cukup tua. Terkadang, ada pihak tak bertanggung jawab yang bisa mendaftarkan Route Object palsu di database IRR yang memiliki kebijakan longgar. Di sinilah ROA hadir sebagai penyempurna.
ROA memberikan jaminan keamanan mutlak yang tidak bisa dipalsukan. Dengan membuat ROA di portal IDNIC, Anda mengikat blok IP Anda dengan ASN Anda menggunakan tanda tangan digital. Router modern saat ini akan mengecek ROA terlebih dahulu untuk melakukan Route Origin Validation (ROV). Jika ada hacker yang mencoba membajak IP Anda menggunakan ASN lain, statusnya akan langsung ditolak (Invalid).
MYe.jpg)
Pertanyaan yang sering muncul adalah: "Jika ROA sudah sangat aman, apakah kita masih perlu memperbarui data di IRR?"
Jawabannya adalah Iya, kita wajib melakukan keduanya. Saat ini, internet masih berada dalam masa transisi keamanan. Beberapa ISP internasional sudah sepenuhnya menggunakan RPKI (ROA) untuk menyeleksi trafik, namun masih banyak juga jaringan lokal maupun global yang sangat bergantung pada database IRR klasik untuk membuat filter BGP mereka.
Dengan menyinkronkan Route Object di IRR sekaligus membuat ROA, Anda memastikan bahwa prefix Anda memiliki tingkat reachability (keterjangkauan) yang maksimal di seluruh dunia. Trafik Anda tidak akan terblokir oleh router lama yang masih memakai IRR, sekaligus kebal terhadap upaya pembajakan rute (hijacking) dari router modern yang sudah menggunakan RPKI.
Kesimpulan
Menjadi pengelola jaringan tidak hanya sekadar memastikan router menyala dan kabel terhubung. Kita memiliki tanggung jawab administratif untuk menjaga kebersihan dan keamanan ekosistem internet.